Latar Belakang Keluarga
Terlahir di Los Angeles, California, wanita yang bernama lengkap Zooey Claire Deschanel ini memiliki darah campuran Irlandia (Ibunya) dan Prancis (Kakeknya)[rujukan?]. Zooey terlahir sebagai anak bungsu dari dua bersaudara dan semua anggota keluarga Deschanel memiliki profesi di industri per-film-an Hollywood.
Ayah Zooey, (Caleb Deschanel), adalah seorang sutradara dan sinematografi film yang pernah menjadi salah satu nominator penghargaan Academy-Award[rujukan?] sedangkan Ibunya, Mary Jo Deschanel, adalah seorang aktris film. Kakak perempuan Zooey, Emily Deschanel, juga seorang aktris film yang hingga tahun 2009 ini masih membintangi film seri Bones.
Semasa kecilnya Zooey sering kali berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya seperti New York dan London. Zooey bahkan harus berpindah ke negara lain seperti Yugoslavia[1] karena mengikuti ayahnya yang sedang mengambil gambar untuk film-filmnya. Akan tetapi Zooey kecil tidak menyukai kegiatan berpindah-pindah tempat ini. Menurut pengakuannya, alasan ketidaksukaan Zooey ini adalah karena baginya tempat-tempat tersebut tidak memiliki makanan-makanan yang disukainya dan juga Zoeey kecil merasa sedih karena harus meninggalkan teman-temannya di Los Angeles[1].
Nama Zooey diambil dari tokoh yang bernama Zooey Glass dalam cerita Franny and Zooey, sebuah novel tentang keluarga karya J. D. Salinger pada tahun 1961[rujukan?]. Dalam novel tersebut tokoh protogonis Zooey Glass adalah seorang laki-laki, sedangkan Franny adalah tokoh perempuannya.
Keinginan Zooey untuk berakting sudah dimulai sejak ketika masih kecil Zooey melihat seorang anak yang berakting di dalam sebuah iklan. Akan tetapi ayah Zooey tidak mengizinkan Zooey kecil berakting hingga gadis yang memiliki mata bundar berwarna hijau-biru ini memiliki SIM dan dapat menyetir sendiri menuju tempat-tempat audisi yang ingin dilakoninya[1].
Karier Zooey di dunia layar lebar dimulai pada tahun 1999 ketika wanita yang suka mengoleksi kacamata hitam berframe besar[1] ini membintangi drama-komedi Mumford dan dipercaya untuk memerankan tokoh Vanessa Watkins, seorang gadis depresi terhadap bentuk tubuhnya yang menginginkan menjadi langsing dan seksi.
Kiprah Zooey di dunia layar lebar terus meningkat dengan film yang tidak hanya drama ataupu komedi, tetapi juga thriller. Wanita pengagum film The Apartment ini memilih film-film yang diperankannya didasarkan kepada pemilihan karakter yang akan diperankannya dalam film tersebut[2]. Dalam memilih karakter-karakter yang diperankannya Zooey tidak ingin hanya terpaku kedalam satu peran yang memiliki karakter yang serupa[3]. Zooey berusaha agar setiap karakter yang diperankannya dalam sebuah film dapat memberikan tantangan kepadanya[3][4].
Zooey tidak pernah menjadikan profesinya sebagai aktris ini digunakannya sebagai ajang untuk menghasilkan uang[1]. Hal ini yang menyebabkan dirinya tidak terlalu tampak di film-film layar lebar yang memiliki keuntungan hasil produksi yang sangat besar. Aktris yang masih berumur kepala 2 di tahun 2009 ini memiliki filosofi tentang kehidupan bahwa apa yang kita kerjakan dinunia ini seharusnya disandarkan kepada kesukaan kita akan pekerjaan yang kita lakukan, seperti yang dikutip dalam wawancara dengannya berikut ini, "You have to keep reminding yourself it's not about money, because there is a lot of money to be made in this business if you're willing to do whatever,"[1]. Filsosfi ini sejalan dengan beberapa karakter yang diperankannya di dalam beberapa film-filmnya seperti Yes Man (2008), Flakes (2007), dan Winter Passing (2005).
Di tahun 2005, gadis yang memang memiliki bakat dalam membintang karakter-karakter yang bersifat sarkastik ini bermain di sebuah film yang bertajukkan drama musikal, "Once Upon a Mattress". Didalam film tersebut Zooey berperan sebagai seorang lady yang bernama Lady Larken yang ingin sekali menikahi seseorang dari kerajaan namun terhambat oleh peraturan kerajaan tersebut yang tidak memperbolehkan siapapun menikah sebelum sang pangeran kerajaan menikah. Lady Larken yang sedang hamil beserta calon suaminya berusaha dengan keras agar supaya sang pangeran menikah dikarenakan apabila dirinya ketahuan hamil oleh kerajaan maka hukuman berat akan menantinya. Dalam film ini Zooey bernyanyi dalam 2 buah lagu dan karakter yang diperankan sama sekali tidak menampilkan sisi sarkastisme ataupun pribadi cuek seorang Zooey Deschanel.
Musik
Meskipun Zooey memulai kariernya dengan berakting, namun selama bertahun-tahun Zooey memiliki tidak hanya hobi akan tetapi keinginan dan dan juga hasrat dalam bemusik. Sejak kecil Zooey telah dapat menulis dan mencipta lagu-lagunya sendiri[rujukan?]. Semasa high-school Zooey yang mengaku lebih memilih mempunyai rambut berwarna hitam daripada pirang[4] ini aktif terlibat dalam koir dan pementasan musik[rujukan?]. Zooey sendiri dengan gamblang mengakui bahwa dirinya lebih suka bermusik dibandingkan akting, "I would rather be a songwriter than be an actor" [5]. Bagi Zooey musik dapat memberikan suatu "jiwa" baru untuk orang-orang yang mendengarkannya[5].
Tampaknya minat kuat sosok seorang Zooey Deschanel dalam bermusik memiliki pengaruh yang tidak kecil dalam pemilihan karakter-karakter yang diperankannya di dalam beberapa film-filmnya. Diantaranya adalah film drama musikal Once Upon a Mattress dimana Zooey memiliki kesempatan untuk menyumbangkan suara yang diakuinya memiliki karakter low voice[rujukan?] ini di dalam lagu yang berjudul A Little While dan Normandy. Film Zooey yang dibintanginya bersama dengan Jim Carrey, Yes Man (2008) juga memberikannya kesempatan untuk menyanyikan beberapa lagu yang menjadi soundtrack dari film tersebut. Film drama Winter Passing (2005) memang tidak menghadirkan suara indah Zooey dalam suatu performance panggung. Namun diawal film tersebut ketika Reese Holdin (karakter yang diperankan Zooey) menghadiri sebuah audisi untuk pementasan drama dirinya diminta untuk menyanyikan sebuah lagu dan dalam scene tersebut Zooey menyanyikan lagu My Bonnie Lies over the Ocean. Selain itu juga karya orisinil Zooey yang beraliran semi-klasik dimainkannya di film tersebut. Lagu instrumental yang merupakan aransemen dari Zooey yang berdurasi sekitar 1 menit ini diberi judul Bittersuite olehnya.
Perjalanan musik Zooey merambah dunia profesional sudah dirintisnya sejak berumur 20 tahunan. Dimasa itu Zooey sudah membuat demo sendiri untuk lagu-lagu ciptaannya sendiri yang disimpan di dalam komputer miliknya. Setalah bertemu dengan M. Ward, Zooey memiliki firasat yang sangat yakin bahwa M. Ward inilah yang memang nantinya akan membuat rekaman lagu-lagunya bersama-sama dengan Zooey. Sekalipun Zooey termasuk artist namun tampaknya Zooey adalah sosok yang pemalu. M. ward sendiri yang kemudian meyakinkan Zooey untuk memberinya demo lagu-lagu yang Zooey miliki. Setelah mendengarkan semua lagu-lagu Zooey, M. Ward merasa telah menemukan buah karya yang luar biasa yang sudah seharusnya didengar oleh publik. Lagu-lagu Zooey dirasa olehnya memberikan angin baru dalam komposisi sebuah musik ditahun milenium baru ini. Music Zooey dan M. Ward ini yang kemudian di berikan sentuhan agar memiliki cita rasa kembali ke tahun era 60-an dengan mengusung aliran indie pop[5].
Debut album Zooey dan M. Ward yang berjudul Volume One berhasil di rilis pada tahun 2008 dengan total 13 lagu berada di dalam album tersebut. Volume One berada dibawah payung perusahaan rekaman Merge Records dengan M. Ward sendiri yang menjadi produser dari rekaman album tersebut[6].
Penampilan panggung She & Him dinilai oleh banyak orang sebagai performance yang "membosankan", termasuk di dalamnya adalah fans baik dari Zooey maupun M. Ward. Berbeda dengan group musik atau duo lainnya, diatas panggung Zooey tampak sangat kaku. Hanya berdiri didepan mikrofon dan sesekali melihat kearah anggota band lainnya. Meskipun begitu Zooey selalu menyanyikan dan menikmati lagunya dengan sungguh-sungguh terlihat dari ekspresi wajah Zooey yang selalu penuh penghayatan ketika menyanyikan lagu yang dibawakannya. Salah satu opini dari penggemar She & Him mengatakan bahwa mereka lebih cocok untuk tampil di dalam sebuah gedung dimana para penontonnya duduk menikmati musik duo asal Amerika ini[rujukan?]. Hal ini bukan berarti She & Him kehilangan fans setianya. Kenyataan bahwa para penggemarnya menyadari akan performance Zooey dan M. Ward yang agak berbeda ini malahan memaklumi dan menjadikan aksi panggung mereka sebagai ciri khas dari performa panggung She & Him[rujukan?]
Album kedua She & Him yang di beri judul Volume Two sedang dalam proses penggodokan dan rencananya akan dirilis pada tahun 2010 nanti[rujukan?].
Filmografi
Tahun Film Sebagai Catatan lain
1999 Mumford
Nessa Watkins
2000 Almost Famous
Anita Miller
2001 Manic
Tracy
2002 Abandon
Samantha Harper
Sweet Friggin' Daisies
Zelda
The New Guy
Nora
Big Trouble
Jenny Herk
The Good Girl
Cheryl
2003 Elf
Jovie
House Hunting
Christy
It's Better to be Wanted for Murder Than Not to be Wanted at All
Gas station girl
All the Real Girls
Noel
Whatever We Do
Nikki
2004 Eulogy
Kate Collins
2005 Once Upon a Mattress
Lady Larken
Winter Passing
Reese Holdin
The Hitchhiker's Guide to the Galaxy
Tricia McMillan/Trillian
2006 Failure to Launch
Kit
Weeds
Kat (3 episodes)
Live Free or Die
Cheryl Lagrand
2007 Flakes
Miss Pussy Katz
Raving
Katie Short Film
The Good Life
Frances
The Go-Getter
Kate Sullivan
Bridge to Terabithia
Miss Edmunds
Surf's Up
Lani Aliikai (voice)
The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford
Dorothy Evans
Tin Man
DG
TV miniseries
2008 The Happening
Alma Moore
Yes Man
Renee Allison post-production
Gigantic
Harriet "Happy" Lolly Shown at Toronto International Film Festival
2009 500 Days of Summer
Summer
Diskografi
• She & Him - Album Volume One (2008)
• She & Him - Album Volume Two (2010)
• Munchausen By Proxy - Soundtrack film Yes Man (2008)
Referensi
1. ^ a b c d e f "From A to Zooey". fedge.com. 13 Agustus 2009. http://www.fedge.net/~zdeschanel/articles/bostonglobe-2-23-03.html. Diakses pada 13 Agustus 2009.
2. ^ "INTERVIEW: Zooey Deschanel on "The Hitchhiker's Guide to the Galaxy"". Cinema Confidential. 13 Agustus 2009. http://www.cinecon.com/news.php?id=0504251. Diakses pada 13 Agustus 2009.
3. ^ a b "INTERVIEW: Zooey Deschanel on "Failure to Launch"". Cinema Confidential. 13 Agustus 2009. http://www.cinecon.com/news.php?id=0603061. Diakses pada 13 Agustus 2009.
4. ^ a b "ELF WEEK! Interview with Zooey Deschanel". Cinema Confidential. 13 Agustus 2009. http://www.cinecon.com/news.php?id=0310271. Diakses pada 13 Agustus 2009.
5. ^ a b c "She & Him in Paste Magazine". community.livejournal.com. 22 November 2008. http://community.livejournal.com/ohnotheydidnt/29977785.html. Diakses pada 13 Agustus 2009.
6. ^ "Biography". She & Him. 22 November 2008. http://www.sheandhim.com/sheandhim.php. Diakses pada 13 Agustus 2009.
sumber: wikipedia
Senin, 18 April 2011
Serdadu berani Mati
Oleh: Taufiq Ismail
Para perokok adalah pejuang gagah berani
Berada di dekat kawan kawan saya perokok ini
Saya merasa berdampingan dengan rombongan serdadu berani mati
Veteran dua Perang Dunia, Perang Vietnam, Perang Revolusi
Dan perang melawan diri sendiri
Perhatikanlah upacara mereka menyalakan belerang berapi
Dengan khidmatnya batang tembakau di hunus dan ditaruh antara
dua jari
Dengan hormatnya Tuhan sembilan senti
Disisispkan antara dua bibir, di geser agak ke tepi
Sementara itu sudah siap An Naar, nyala api sebagai sesaji
Hirupan pertama dilaksanakan penuh kasih sayang dan hati hati
Kemudian dihembuskan asapnya, ke kanan atau ke kiri
Mata pun terpicing picing tampaknya nikmat sekali
Berlindung pada adiksi dari tekanan hidup sehari hari
Lena kerja, lupa politik, mana ingat anak dan istri
Para perokok adalah serdadu serdadu gagah berani
Untuk kenikmatan 5 menit mereka tidak peduli
25 macam penyakit yang gembira menanti nanti
Saat untuk menerkam dari setiap penjuru dan sisi
Paru paru obstruksi kronik, bronkhitis kronik dan emfisema
Gangguan jantung, pembuluh darah, arteriosklerosis, hipertensi dan
gangguan pembuluh darah otak. Kanker rongga mulut,
nashoparynx, oropharynx, hypopharynx dan rongga hidung. Lalu sinus
paranasal, lirynx, esophagus dan lambung. Radang pankreas, hati,
ginjal, ureter dan kandung kemih. Radang cervix uteri dan sumsum
tulang , infertilitas dan impotensi. Daftar ini belum di susun secara
alfabetis, dan sebenarnya ( ini rahasia profesi medis) penyakit yang 25
ini cuma nama samaran, julukan pura pura saja.
Nama aslinya penyakit merokok
Rokok, abang kandung narkoba ini tak tertandingi dalam soal adiksi
4000 macam racun dipadatkan sepanjang sembilan senti
Untuk orgamus nikotin 5 menit itu serdadu tembakau ini maa peduli
Terhadap hari depan anak anak yang masih memerlukan pencari rezeki
Terhadap bagaimana terlantarnya kelak janda yang dulu namanya isteri
Atau nasib duda yang dulu namanya suami
Terhadap pengotoran udara depan belakang, kanan dan kiri
Dalam memuaskan ego, dengan sengaja mendekstruksi diri pribadi
Betapa beratnya memenangkan perang melawan diri sendiri
Para perokok adalah pejuang gagah berani
Berada di dekat kawan kawan saya perokok ini
Saya merasa berdampingan dengan rombongan serdadu berani mati
Veteran dua Perang Dunia, Perang Vietnam, Perang Revolusi
Dan perang melawan diri sendiri
Perhatikanlah upacara mereka menyalakan belerang berapi
Dengan khidmatnya batang tembakau di hunus dan ditaruh antara
dua jari
Dengan hormatnya Tuhan sembilan senti
Disisispkan antara dua bibir, di geser agak ke tepi
Sementara itu sudah siap An Naar, nyala api sebagai sesaji
Hirupan pertama dilaksanakan penuh kasih sayang dan hati hati
Kemudian dihembuskan asapnya, ke kanan atau ke kiri
Mata pun terpicing picing tampaknya nikmat sekali
Berlindung pada adiksi dari tekanan hidup sehari hari
Lena kerja, lupa politik, mana ingat anak dan istri
Para perokok adalah serdadu serdadu gagah berani
Untuk kenikmatan 5 menit mereka tidak peduli
25 macam penyakit yang gembira menanti nanti
Saat untuk menerkam dari setiap penjuru dan sisi
Paru paru obstruksi kronik, bronkhitis kronik dan emfisema
Gangguan jantung, pembuluh darah, arteriosklerosis, hipertensi dan
gangguan pembuluh darah otak. Kanker rongga mulut,
nashoparynx, oropharynx, hypopharynx dan rongga hidung. Lalu sinus
paranasal, lirynx, esophagus dan lambung. Radang pankreas, hati,
ginjal, ureter dan kandung kemih. Radang cervix uteri dan sumsum
tulang , infertilitas dan impotensi. Daftar ini belum di susun secara
alfabetis, dan sebenarnya ( ini rahasia profesi medis) penyakit yang 25
ini cuma nama samaran, julukan pura pura saja.
Nama aslinya penyakit merokok
Rokok, abang kandung narkoba ini tak tertandingi dalam soal adiksi
4000 macam racun dipadatkan sepanjang sembilan senti
Untuk orgamus nikotin 5 menit itu serdadu tembakau ini maa peduli
Terhadap hari depan anak anak yang masih memerlukan pencari rezeki
Terhadap bagaimana terlantarnya kelak janda yang dulu namanya isteri
Atau nasib duda yang dulu namanya suami
Terhadap pengotoran udara depan belakang, kanan dan kiri
Dalam memuaskan ego, dengan sengaja mendekstruksi diri pribadi
Betapa beratnya memenangkan perang melawan diri sendiri
Tuhan Sembilan senti
Berikut adalah kutipan syair yang ditulis penyair terkenal Taufiq Ismail, yang bercerita tentang betapa rokok telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita. Merusak otak dan akhlak manusia dari generasi ke generasi, yang terkadang tidak disadari oleh generasi itu sendiri. Syair ini pernah saya share via pesan. Berhubung sebagian anggota yang baru bergabung barangkali belum pernah membacanya, dan tidak dapat dibuka via ponsel, berikut ini saya mencoba mengirimkannya kembali..
Untuk pencarian di search engine, keyword: Taufiq Ismail Tuhan Sembilan Senti
Oleh: Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
dikutip dari berbagai sumber
Untuk pencarian di search engine, keyword: Taufiq Ismail Tuhan Sembilan Senti
Oleh: Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
dikutip dari berbagai sumber
Minggu, 17 April 2011
luxurious transportation
Seharian keliling Kota Bandung, enaknya memang pake kendaraan pribadi yang nyaman. Tapi gimana ya kalau temen-temen kamu nggak cukup ‘diangkut’ hanya dengan satu mobil? Ahaaa..! Daripada konvoi dan saling tunggu-tungguan, kenapa nggak nyobain traveling keliling Bandung pake “Amanda Luxurious Transportation”. Bakal seruuuu banget deh liburannya, karena Recreational vehicle ini udah dilengkapi dengan private bed room, kitchen set, toilet dan shower, diningtable, sofa sampai electric massage chair. Uuuhh, enaaknyaaa! Plus kamu nggak bakal boring, soalnya sepanjang perjalanan bis ini juga menyediakan TV plasma, DVD player, karaoke set, PS 2 dan free wifi pula!!
Nah, berhubung jalanan di Bandung suka bikin bingung (buat yang belum hapal jalannya ya), tenaaang.. bis ini juga punya GPS. Pokoknya bis ini ngebuat perjalanan kamu nggak suntuk dan ngebosenin deh. Tertarik? Bis yang masih satu perusahaan dengan Brownies Amanda ini bisa dibooking di nomor 022-7514657/ 022 93618617 atau buka websitenya www.amandacogroup.com. Happy travelling guys.
Photo: Dok Gogirl! & Amanda Luxurious Transportation
sumber:gogirlmagz.com
marcopolo water adventure
Masuk ke area Waterpark Serpong Town Square ini, serasa nggak berasa kalau kita lagi ada di mall. Hah, serius ada waterpark di dalam mall !? Yup, tepatnya Marcopolo merupakan waterpark pertama di Indonesia yang berada di atas mall tapi suasananya fun banget!
Harga tiket yang relatif murah yaitu Rp.25.000 (weekdays) dan Rp.30.000 (weekend), bikin kamu bisa puas-puasin main seharian disini! Leyeh-leyeh di kolam arus sepanjang 200m sendiri atau bareng pacar, relaksasi di Whirlpool therapy yang cocok banget buat ngelepas stress abis ujian. Atau ajak adik main di Big Slider dan Baby Pool yang edukatif dengan bola warna-warni, dan masih banyak lagi! Wah, fun banget deh! Psst, disini juga sering ada live performance lho. Asyik banget kan berenang sambil ditemenin live music. Jadi kapan nih kita berenang di Marcopolo bareng-bareng? =p
Kompleks CBD Serpong Lt. 5, Tangerang
(021-55741791)
sumber: gogirlmagz.com
epicentrum XXI
Sering keabisan tiket pas mau nonton? Nggak ada deh kejadian kayak gitu di Epicentrum XXI yang memiliki dua studio dengan kapasitar terbesar di jakarta. Bayangin aja di studio 1 terdapat 502 kursi dan dilengkapi layar berukuran 17 x8 meter. Berarti besarnya dua kali lipat daripada studio biasa dong! Sedangkan di studio 2 terdapat 300 kursi.
Psst, biar begitu kalau telat kamu nggak boleh sembarangan duduk loh, karena di studio ini terdapat 16 kursi VIP dan 10 kursi VVIP yang diperuntukan bagi pemilik, keluarga dan tamu. Mengingat Epicentrum Walk ini ada di kawasan Bakrie Business Distrik, Kuningan, mumpung masih promosi, harga tiket nonton di sini lumayan murah, Rp.15.000 setiap Senin-Kamis, Rp.20.000 pada hari Jumat, dan Rp.25.000 untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Pas banget deh disaat lagi banyak film bagus yang wajib ditonton!
Epicentrum Walk Ground Floor
Jl. H.R. Rasuna Said. Jakarta - Indonesia
Langganan:
Komentar (Atom)








