Minggu, 10 April 2011

Android Rajai Smartphone

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Angka penjualan smartphone sepanjang tahun 2011 diperkirakan akan mencapai 468 juta unit. Atau mengalami peningkatan sebanyak 57,7 persen dibandingkan angka penjualan tahun 2010.
Prediksi angka penjualan itu dilontarkan lembaga riset Gartner. Lembaga ini juga memprediksi bahwa pada tahun 2012, angka penjualan smartphone akan mencapai 49 persen dari seluruh penjualan ponsel. Kehadiran smartphone akan mendorong terjadinya penurunan harga jual ponsel
''Kalangan vendor ponsel berbasis Android akan semakin keras dalam meningkatkan market share, ini menyebabkan harga akan mengalami penurunan dan memberikan keuntungan kepada konsumen,'' kata peneliti Gartner, Roberta Cozza.
Gozza menambahkan bahwa Android akan tetap merajai pangsa pasar high end, sekalipun demikian volume terbesar masih pada ponsel smartphone low end dengan harga murah di berbagai emerging market.
Gartner menambahkan bahwa OS dengan platform terbuka (dikenal dengan sebutan SDK di kalangan pengembang) diperkirakan akan menguasai pangsa pasar sekitar 26 persen pada tahun 2011 dan akan mencapai 1 miliar unit pada tahun 2015 atau setara dengan 47 persen dari keseluruhan ponsel.
Prediksi Pasar Smartphones Berdasarkan OS
2010 2011 2012 2015
Android 22.7 38.5 49.2 48.8
Microsoft 4.2 5.6 10.8 19.5
Apple 15.7 19.4 18.9 17.2
RIM 16 13.4 12.6 11.1
Symbian 37.6 19.2 5.2 0.1
Other 3.8 3.9 3.4 3.3

Riset yang dilakukan Gartner juga memprediksi bahwa Apple iOS masih akan memainkan peran sebagai platform terbesar hingga tahun 2014, selanjutnya akan mengalami penurunan pada tahun 2015. Fenomena ini disebutnya merefleksikan pembuat iPhone lebih suka memaintain revenue ketimbang market share.
Bagaimana dengan Nokia? Gartner memprediksi bahwa Nokia akan lebih mendorong penggunaan OS Microsoft ( Windows Phone) sebagai lapis kedua portofolionya hingga akhir 2012. OS Microsft akan menjadi platform terbesar urutan ketiga dunia hingga akhir tahun 2013.

sumber: http://id.berita.yahoo.com/makin-lempang-saja-langkah-android-sebagai-raja-smartphones-20110408-063413-527.html

is that true ?

Alasan Pria Intelek Suka Cari Pasangan Kurang Cerdas
Sabtu, 9 April 2011 - 17:54 wib
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

Saat cinta dia sedang berlabuh. (Foto: Corbis)
BIASANYA pria yang sempurna selalu menginginkan wanita pintar dan cerdas. Namun dalam kasus yang berlawanan pada kenyataannya orang-orang cerdas justru menginginkan wanita yang kurang cerdas. Apa alasannya?

Jennifer Wright dalam “The Gloss” baru-baru ini menanyakan kepada reporter CNBC, John Carney dan sembilan pria intelek lainnya seputar kebenaran studi yang menunjukkan bahwa pria intelek lebih memilih wanita kurang cerdas sebagai teman kencan mereka, seperti ditulis Times of India.

Carney percaya bahwa alasan yang mendasarinya adalah pengetahuan ekonomi mereka. Umumnya, mereka tidak memiliki alasan seberapa penting mereka saat berada di sekolah atau bekerja. Alhasil, wanita kurang cerdas cenderung memiliki lebih banyak waktu luang. Demi untuk menaikkan derajat, mereka pun mencari pasangan pintar sebagai alat untuk menaikkan derajat ekonomi mereka, seperti dilaporkan The Wire Atlantik.

“Dari peluang tersebut, kemungkinan terbesar adalah pria cerdas jumlahnya jauh lebih besar ketimbang wanita pintar,” kata dia.

Dia menambahkan, pria sukses memang cenderung kencan dengan wanita yang kurang sukses. Hal tersebut bukan dikarenakan mereka menginginkan wanita menjadi bodoh, tetapi lebih karena mereka menginginkan seseorang yang mengutamakan kehidupan mereka dengan cara yang kompatibel di mana mereka dapat memprioritaskan kehidupannya demi pasangan.

Apakah ini sebuah tren global?

Nicole Lapin dari CNBC mengatakan, wanita pintar memiliki peluang yang sama untuk kencan dengan pria intelek. “Alasannya pertama, jika ada persaingan untuk mendapatkan pria intelek, maka perkelahian pun akan terhindarkan. Kedua, wanita intelek biasanya selalu menggunakan otaknya hingga akhir pekan sekalipun,” katanya.

Lapin juga menolak gagasan bahwa pria cenderung tertarik pada wanita kurang cerdas.

“Coba saja Anda pikirkan, sampai Anda menangis dan membawanya makan malam sekalipun senyumnya pun masih belum tersungging. Bahkan sampai Anda kehilangan pekerjaan terbaik pun dia masih tidak mengerti bahwa apa yang Anda lakukan adalah bentuk pengorbanan,” katanya.

Carney pun memberikan tanggapan balik atas asumsi tersebut. “Wanita intelek biasanya hanya akan menikah dengan pria intelek, sementara pria intelek justru masih bersedia untuk kencan dengan seseorang yang IQ-nya di bawah mereka. Persepsi tersebut menggambarkan bahwa pria intelek cenderung lebih berpikiran terbuka ketimbang wanita intelek,” ulasnya.

Dalam pengetahuan ekonomi, Carney mengatakan bahwa orang-orang intelek biasanya tidak bersikap seperti mereka yang kurang intelek di mana mereka menggaungkan “option” lebih pada hubungan mereka. Mereka umumnya berpandangan bahwa mereka dapat mengorbankan hubungan agar lebih fokus pada karier mereka.

Namun apapun jawabannya, Carney menyimpulkan bahwa ini adalah sebuah peluang yang harus terpenuhi. Entah itu yang melimpah pria lajang yang cerdas atau wanita “single” dengan ketidakintelektualannya.

sumber:
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/04/09/197/444234/alasan-pria-intelek-suka-cari-pasangan-kurang-cerdas

"Bali Ongoing Woes ?"

'Holidays in Hell: Bali Ongoing Woes'



Inilah artikel di majalah Time yang membuat Pemprov Bali meradang. Judul artikel itu, 'Holidays in Hell: Bali Ongoing Woes'. Artikel ditulis oleh Andrew Marshall.
Dalam tulisannya, Andrew membahas sejumlah masalah yang melilit Pulau Bali. Pulau yang menurut dia masih menjadi tujuan wisata internasional, bahkan dianggap negara lain di Indonesia.
Namun, Andrew menilai, infrastruktur pulau kurang cepat mengantisipasi perubahan pariwisata Bali. Andrew membuka tulisannya dengan kotornya pantai Kuta, salah satu lokasi wisata paling ramai di Bali.
Musim hujan yang cukup deras di Bali membuang sungai meluap. Alhasil sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta.
Ini membuat awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang di pantai tersebut lebih dari 30 menit. Khawatir terkena infeksi kulit. Selain masalah polusi di pantai, lanjut Marshall, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik mati hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.
Marshall menyandingkan kemacetan di Bali menyerupai di Jakarta. Sementara soal kriminalitas yang menyasar ke turis asing, sejak Januari lalu Polda Bali, menurut Marshall, menerapkan tembak ditempat bagi kriminal.
Menurut Marshall, salah satu masalah utama Bali adalah kebanyakan turis. Pada 2001, Bali didatangi 1,3 juta turis asing. Sepuluh tahun kemudian, meski sudah ada Bom Bali I dan II, turis yang datang ke Bali melesat mencapai dua juta orang per tahun. Ini belum terhitung jutaan turis lokal.
Dampak dari turis ini adalah pembangunan infrastruktur yang marak. Hotel dan pusat belanja tiba-tiba muncul di mana-mana. Sebaliknya, pembangunan ini kurang memperhitungkan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, selokan, parkir. "Infrastruktur Bali tidak bisa menyamai laju pembangunannya,: kata Ron Nomura, Direktur Marketing Asosiasi Hotel Bali.

http://id.berita.yahoo.com/inilah-artikel-yang-menyebut-bali-sebagai-pulau-neraka-20110405-025058-940.html

Pencemaran laut, (Mari peduli)

Mengenal Pencemaran Laut (1)
Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut.
Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.
Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun filter feeder(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.
Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut maupun melalui tumpahan. Berikut beberapa sumber polutan yang masuk ke laut.
Buangan Kapal
Kapal dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Antara lain melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi suara yang mengganggu kehidupan liar alam, dan air dari balast tank dapat menyebarkan ganggang/alga berbahaya dan spesies asing yang dapat mempengaruhi ekosistem lokal.
Salah satu kasus terburuk dari satu spesies invasif menyebabkan kerugian bagi suatu ekosistem, yang tampaknya tidak berbahaya salah satunya adalah ubur-ubur. Mnemiopsis leidyi, suatu spesies ubur-ubur yang tersebar, sehingga sekarang mendiami muara di banyak bagian dunia.
Pertama kali ditemukan pada tahun 1982, dan diduga telah dibawa ke Laut Hitam dalam air pemberat kapal. Populasi ubur-ubur melonjak secara eksponensial dan pada tahun 1988, hal tersebut mendatangkan malapetaka atas industri perikanan lokal.
Plastik
Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (Delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik, sebuah komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II. Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.
Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.
Jaring ikan yang terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal sebagai hantu jala sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.
Racun
Selain plastik, ada masalah-masalah tertentu dengan racun yang tidak hancur dengan cepat di lingkungan laut. Terbagi dua, pertama kelompok racun yang suafatnya cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol. Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah. Contoh logam berat yang sering mencemari adalah air raksa, timah, nikel, arsenik dan kadmium.
Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan di laut. Dalam jaringmakanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia.
Racun semacam itu dapat terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis kehidupan air dalam proses yang disebut bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam dasar perairan, seperti muara dan teluk berlumpur. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan mutasi keturunan dari organisme yang tercemar serta penyakit dan kematian secara massal seperti yang terjadi pada kasus yang terjadi di Teluk Minamata.
Eutrofikasi
Peristiwa Eutrofikasi adalah kejadian peningkatan/pengkayaan nutrisi, biasanya senyawa yang mengandung nitrogen atau fosfor, dalam ekosistem. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan produktivitas primer (ditandai peningkatan pertumbuhan tanaman yang berlebihan dan cenderung cepat membusuk). Efek lebih lanjut termasuk penurunan kadar oksigen, penurunan kualitas air, serta tentunya menganggu kestabilan populasi organisme lain.
Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi. Nutrisi ini kemudian dibawa oleh air hujan masuk ke lingkungan laut , dan cendrung menumpuk di muara.
The World Resources Institute telah mengidentifikasi 375 hipoksia (kekurangan oksigen) wilayah pesisir di seluruh dunia. Laporan ini menyebutkan kejadian ini terkonsentrasi di wilayah pesisir di Eropa Barat, Timur dan pantai Selatan Amerika Serikat, dan Asia Timur, terutama di Jepang. Salah satu contohnya adalah meningkatnya alga merah secara signifikan (red tide) yang membunuh ikan dan mamalia laut serta menyebabkan masalah pernapasan pada manusia dan beberapa hewan domestik. Umumnya terjadi saat organisme mendekati ke arah pantai.
Peningkatan keasaman
Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka.
Polusi Kebisingan
Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut. Perjalanan suara lebih cepat di laut daripada di udara.
Hewan laut, seperti paus, cenderung memiliki penglihatan lemah, dan hidup di dunia yang sebagian besar ditentukan oleh informasi akustik. Hal ini berlaku juga untuk banyak ikan laut yang hidup lebih dalam di dunia kegelapan. Dilaporkan bahwa antara tahun 1950 dan 1975, ambien kebisingan di laut naik sekitar sepuluh desibel (telah meningkat sepuluh kali lipat).
Jelas sekarang bahwa sumber pencemaran sangat bervariasi. Tidak hanya dari hal-hal yang menurut kita hanya bisa dilakukan oleh industri besar, namun juga bisa disebabkan oleh aktiftas harian kita.




http://www.goblue.or.id/mengenal-pencemaran-laut-1

bahaya Styrofoam mengancam bumi




Efek Buruk Styrofoam bagi Makhluk hidup

Plastik dan Styrofoam adalah dua benda tidak asing bagi kita. penggunaan kedua barang ini bukanlah sesuatu yang aneh lagi bagi masyarakat kota yang super sibuk dan mementingkan kepraktisan dan memang tak bisa di pungkiri banyak sekali kelebihannya dibanding dengan yang lain, contohnya praktis, tahan panas, tahan lama, tidak gampang bocor, bisa menahan suhu, dll. tapi tau kah kamu kalau penggunaan kedua hal ini dapat merusak lingkungan dan kesehatan kita? Mari kita telaah satu persatu.
Bahaya bagi lingkungan
styrofoam dan plastik tidak bisa di urai oleh alam, oleh karena itu sampah-sampah dari kedua benda tersebut akan selalu ada hingga ratusan tahun mendatang dimana anak cucu kita yang akan menerima ketidak pedulian kita pada hal ini. ada beberapa perusahaan yang mendaur ulang kedua hal ini akan tetapi mereka hanya menghancurkan styrofoam lama dan membuat yang baru dengan bahan itu dan tetap memproduksinya karena memang memproduksi kedua benda ini dapat mendapat keuntungan yang besar, tapi sayangnya tidak baik bagi lingkungan.
limbah dalam pembuatan plastik dan styrofoam sangatlah berbahaya apabila tidak di kelola dengan baik. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.
Bahaya bagi kesehatan
taukah kau bahwa salah dua penyebab kanker adalah plastik dan syrofoam? sudah sering kita dengar banyak negara yang melarang penggunaan plastik dan styrofoam dalam kemasan makanan, namun hal itu masih sulit dijalani karena belum ada alternatif lain yang sama praktisnya dengan plastik dan styrofoam.
kandungan zat-zat berbahaya dalam kedua barang itu apabila dipakai dalam kemasan makanan akan berpindah dengan sendirinya dan tanpa sadar kita makan. dalam plastik suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi pula. Belum lagi, kantong kresek ini mengandung DOP serta logam berat Zn (seng) yang biasanya ditambahkan pabrik plastik sebagai bahan stabilizer untuk plastik. dalam syrofoam pun juga begitu.
belum lagi kantong plastik yang berwarna-warni dapat pula membuat tubuh kita makin sakit, karena pewarna yang digunakan tidak aman.

maka dari itu, kurangi penggunaan styrofoam dan plastik dari sekarang, demi anak cucu dan kesehatan kita. kalau bingung gimana cara memulainya, coba lihat poin-poin ini:
• bawa selalu kantong belanja ketika belanja dimana pun (pasar, mall atau supermarket), selain mengurangi penggunaan plastik, kita bisa juga tampil gaya
• ketika membeli makanan atau minuman, selalu sedia alat makan dari rumah, memang tidak praktis, tapi demi keselamatan bumi ini
sumber:
http://thegreentopia.blogspot.com/2010/04/akibat-buruk-penggunaan-plastik-dan.html

mari peduli: Mereka hampir punah

Punah/Kepunahan Spesies Hewan/Binatang dan Tumbuhan Dari Muka Bumi

Setiap makhluk hidup pasti akan mati termasuk kita manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan. Kematian suatu jenis makhluk hidup secara terus menerus yang tidak diimbangi dengan regenarasi generasi penerus / keturunan (berkembang biak) adalah merupakan kepunahan. Punah berarti tidak akan ada lagi makhluk hidup itu selama-lamanya di muka bumi. Contoh spesies yang sudah punah adalah dinosaurus jenis t-rex.
Faktor Alasan Penyebab Kepunahan Suatu Spesies :
1. Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.
2. Campur Tangan Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
3. Bencana Alam Besar
Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.
4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.
-----
Untuk itulah mari kita jaga satwa langka serta tumbuhan langka yang tersisa agar tidak punah dimakan waktu sehingga anak cucu kita bisa melihat hewan dan tumbuhan tersebut secara langsung

Manusia dan hewan seharusnya hidup berdampingan secara damai di dunia ini. Namun karena sifat serakah manusia, jumlah satwa tersebut terus berkurang dari waktu ke waktu. Bahkan, banyak diantara hewan-hewan tersebut yang sudah tidak ada lagi alias punah. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan mereka, antara lain dengan mendirikan sejumlah tempat konservasi. Berikut adalah daftar sepuluh hewan terancam punah dunia 2009 versi Livescience:

1. Badak Sumatra
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah badak berukuran paling kecil di antara semua spesies badak di dunia. Badak kebanggaan Indonesia yang hidup di pulau Sumatera ini dinyatakan terancam punah karena saat ini hanya tersisa sekitar enam populasi di alam liar atau tinggal 300 ekor saja. Faktor utama berkurangnya jumlah badak ini adalah perburuan liar. Di pasar gelap, cula badak ini dihargai 30.000 dolar AS atau setara dengan Rp 300 juta per kilogram. Selain itu, tingkat keberhasilan pengembangbiakan badak yang sangat kecil turut menuntun hewan ini menuju kepunahan.

2. Paus Abu-Abu
Lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan pada 2008 bahwa jumlah paus abu-abu (Esrichtiius robustus) berada dalam level aman. Namun, itu hanyalah paus abu-abu yang hidup di sejumlah tempat konservasi, bukan di alam liar. Sejak tahun 1947 pada masa-masa perburuan paus abu-abu, jumlah hewan berbobot 30 ton itu terus berkurang dan belum kembali normal hingga sekarang. Dari 100 paus abu-abu, kini hanya tersisa 23 betina yang masih mampu bereproduksi di wilayah perairan Pasifik Selatan.

3. Serigala Merah
Anda pernah menonton film animasi Ice Age? Film ini menceritakan kehidupan unik sejumlah satwa pada zaman es, zaman dimana hampir seluruh permukaan bumi ditutupi es. Nah, percaya atau tidak, hewan bernama serigala merah (Canis lupus rufus) ini adalah salah satu hewan "Ice Age" yang masih hidup hingga kini. Para ilmuwan mengestimasi hanya ada 100 serigala merah di alam liar Carolina Utara, Amerika Serikat, dan sekitar 150 ekor di beberapa fasilitas penangkaran.

4. Harimau Siberia
Harimau Siberia atau disebut juga harimau amur (Panthera tigris altaica) adalah spesies harimau yang pernah tinggal di wilayah Cina, Semenanjung Korea, dan Mongolia. Namun, kini hewan tersebut hanya bisa bebas berkeliaran di Rusia, di wilayah perlindungan kawasan Amur-Ussuri. Sejumlah ahli meyakini masih terdapat 350 hingga 450 hewan ini di alam liar.

5. Musang Berkaki Hitam
Akibat ulah manusia yang terus membabat alam liar tanpa henti, musang berkaki hitam (Mustela nigripes) hampir punah dari muka bumi. Hewan asli Amerika Utara ini kini dinyatakan sebagai mamalia paling terancam punah di kontinen AS. Hewan malam hari atau nokturnal ini memburu hewan pengerat, prairie dog sebagai makanan utama. Seiring menurunnya jumlah populasi hewan buruannya, jumlah musang berkaki hitam ini juga ikut berkurang.

6. Buaya Filipina
Sesuai namanya, buaya Filipina (Crocodylus mindorensis) adalah spesies buaya yang dilindungi di Filipina. Berdasarkan survei pada 1995, buaya bertubuh relatif kecil ini hanya tersisa 100 ekor di Filipina. Hal ini menjadikan buaya tersebut sebagai satu dari spesies hewan paling terancam di dunia.

7. Gorila Gunung
Sejak gorila gunung (Gorilla beringei beringei) ditemukan akhir 1902, jumlah populasi hewan ini terus berkurang akibat pembalakan liar, perburuan massal, dan perdagangan hewan ilegal. Saat ini, jumlah primata yang mampu hidup di daerah dingin maupun panas ini hanya ada 720 ekor yang tersebar di wilayah Uganda.

8. Hiu Gangga
Hiu penghuni Sungai Gangga di India bernama hiu gangga (Glyphis gangeticus) ini merupakan satu dari 20 daftar hiu terancam punah versi IUCN. Hiu yang memiliki reputasi sebagai pemakan manusia ini banyak diburu untuk diambil minyaknya. Selain itu, semakin tercemarnya Sungai Gangga menjadi faktor lain yang menyebabkan spesies ini kian sulit ditemukan.

9. Orangutan Sumatra
Satu lagi hewan terancam punah dari Tanah Air, Orangutan Sumatra (Pongo abelii). Primata langka bertubuh lebih kecil dari dua spesies orangutan yang lain ini adalah pemakan buah-buahan dan serangga. Seperti biasa, penyebab berkurangnya jumlah mereka adalah habitat yang hancur dan perburuan liar. Orangutan ini termasuk salah satu hewan yang memiliki kemampuan reproduksi rendah. Pongo abelli betina hanya mampu melahirkan tiga anak selama masa hidupnya.

10. Burung Kondor California
Burung kondor California (Gymnogyps californianus) adalah burung pemakan bangkai asal California, AS, yang mempunyai masa hidup paling panjang dibanding burung lain, yaitu sekitar 50 tahun. Gara-gara perburuan liar dan berkurangnya habitat, burung langka ini hampir punah secara keseluruhan pada 1980. Namun berkat upaya konservasi dari berbagai ahli hewan, burung ini selamat. Kini, terdapat 332 Burung Kondor California di beberapa penangkaran, termasuk 152 ekor di alam liar.(AND)


Sumber :
http://organisasi.org/penyebab-punah-kepunahan-spesies-hewan-binatang-dan-tumbuhan-dari-muka-bumi
http://tekno.liputan6.com/berita/200908/240286/posting_komentar

Bumi Kita Cuma SATU !

Sayangi bumi kita, hentikan pemanasan global
Pemanasan Global atau lebih populer disebut Global Warming, merupakan istilah yang dipergunakan untuk menunjukan keadaan atau proses naiknya suhu rata-rata pada atmosfer, laut dan permukaan bumi yang diakibatkan oleh Perubahan Iklim.

Penyebab terjadinya Pemanasan Global adalah aktivitas manusia yang menyumbang 90% Gas Rumah Kaca (terdiri dari CO2 - Karbondioksida, CH4 - Metana, N2O - DinitroOksida) di atmosfer bumi. Gas Rumah Kaca sendiri berfungsi untuk menjaga suhu di Bumi agar tetap layak huni yaitu disekitar 14,5 derajat Celcius. Namun semakin tinggi aktivitas manusia yang menyumbang Gas Rumah Kaca, yang mempunyai kemampuan untuk menangkap sinar inframerah matahari yang dipantulkan bumi, maka semakin besar kandungan Gas Rumah Kaca yang terperangkap bersama radiasi panas dari cahaya matahari di atmosfer bumi. Fenomena ini disebut Efek Rumah Kaca (Green House Effect), yang mengakibatkan iklim di bumi semakin panas. Jika diibaratkan Gas Rumah Kaca ini disebut sebagai 'selimut bumi', semakin bertambah ketebalan selimutnya maka semakin gerahlah suhu di bumi.

Perubahan Iklim yang drastis akan memicu banyak bencana di Bumi, misalnya seperti: kekeringan, hujan badai, angin tornado, banjir, sampai dengan kegagalan panen pada pertanian. Dampak Pemanasan Global sekarang sudah terlihat dengan mencairnya es pada musim panas tahun 2007 di Arktika dan Greenland mencapai volume lebih dari 19 juta ton, fenomena lainnya pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang berusia 1500 tahun, runtuh dan pecah seluas 414 kilometer persegi. Sungguh tak terbayangkan jika sebagian besar es di kutub Bumi mencair, akan banyak kota-kota pantai di dunia akan tenggelam dan hilang dari gambar peta Bumi yang ada sekarang. Di kota Jakarta dan Semarang pada beberapa tahun belakangan sering terjadi Rob, yaitu fenomena banjir yang diakibatkan oleh air laut masuk ke daratan pantai. Kota sejuk tempat orang Jakarta berlibur seperti kota Bogor, Cianjur (Puncak) dan Bandung, suhu udara pada siang hari terasa lebih menyengat, dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Suhu udara rata-rata di dunia, perlahan dan pasti terus meningkat. Jadi peristiwa Pemanasan Global sebenarnya sudah terjadi di depan mata !

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikeluarkan Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2006 yang berjudul Live-stock's Long Shadow, dan tahun 2008 dengan judul Kick the Habit, sumbangan Gas Rumah Kaca terbesar berasal dari industri peternakan (18%), selanjutnya dari buangan emisi kendaraan bermotor di dunia (13,5%). Banyak ladang peternakan di dunia dibuka dengan mengkonversi lahan hutan produktif, sehingga mengakibatkan kemerosotan lahan, perubahan iklim, polusi air, dan punahnya keanekaragaman hayati. Sebagai gambaran Negara di Eropa mengimpor sekitar 70% protein nabati dari kedelai, jagung dan gandum untuk pakan ternak, padahal di beberapa peloksok dunia masih banyak musibah kelaparan. Sekitar dua pertiga ladang pertanian di muka bumi dimanfaatkan untuk peternakan. Energi listrik yang dibutuhkan untuk peternakan sungguh boros, mulai dari penerangan, penghangat ruang, mesin pemotong, dan mesin pendingin untuk penyimpanan daging, dibutuhkan mulai dari rumah jagal, distributor, pengecer, pasar, rumah makan sampai dengan konsumen.

Bagaimana kita 'Menyayangi Bumi' ?

Apabila kita menyayangi seseorang tentu kita tidak ingin terjadi sesuatu hal yang mencelakakan orang yang kita sayangi, demikian pula dengan Bumi kita, tempat tinggal seluruh manusia di dunia, harus kita sayangi dengan membuatnya menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman dengan tidak merusak, melukai atau mencelakakannya.

Untuk menghentikan Pemanasan Global, memang bukanlah pekerjaan sederhana, tapi kita juga tidak boleh bersikap masabodoh, tidak mau tahu, biar saja yang mengurusi pemimpin dunia, pemerintah atau pun lembaga swadaya masyarakat saja. Sungguh kita bisa memulai dari hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri, keluarga serta lingkungan kita. Ingatlah pepatah 'Sedikit-sedikit, lama-lama bisa menjadi bukit', bayangkan jika kita sebagai warga dunia semua 'kompak' secara bersama-sama, bersatu padu untuk melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat untuk mengurangi, penderitaan Bumi dari fenomena Pemanasan Global sehingga bisa menuju masa depan yang lebih baik.

Jika kita lihat data PBB di atas, penyebab terbesar Gas Rumah Kaca berasal dari peternakan, maka yang kita bisa mulai lakukan adalah mengurangi atau kalau bisa berhenti makan daging serta produk susu olahannya. Segi positif hal ini, selain dapat mengurangi atau memutus mata rantai penghasil Gas Rumah Kaca, tentunya dari segi kesehatan kita bisa mencegah penyakit stroke, jantung, obesitas dan diabetes yang penyebab utamanya antara lain adalah: kurang serat, tinggi lemak, kurang olah raga, hiperkolesterol dan merokok. Sebagai gambaran, negara maju giat mengkampanyekan The New Four Food Groups yang terdiri dari: biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Untuk mengurangi gas buangan emisi kendaraan bermotor, kita bisa melakukan jalan kaki atau bersepeda untuk tujuan misalnya belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar/supermarket terdekat. Hal ini sekali lagi selain 'menyehatkan Bumi' juga bisa 'menyehatkan kita'. Untuk tujuan bepergian yang lebih jauh jika memungkinkan, menggunakan kendaran umum pengangkut massal seperti busway dan kereta api, atau bisa juga berkendaraan pribadi tapi secara bersama-sama teman yang searah, setujuan. Mengisi bahan bakar dan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan, ingat kita punya matahari, panas bumi, angin dan air sebagai sumber energi dari alam dan gratis. Matikan penerangan listrik di siang hari dengan memanfaatkan sinar matahari dan tidak perlu penyejuk udara buatan (AC), jika jendela rumah kita berfungsi sebagai ventilasi alam yang baik. Gerakan menanam pohon secara massal (Go Green), harus segera dan terus menerus dilakukan, karena pohon-pohon merupakan pabrik oksigen yang dapat menjadi 'paru-paru' di sekitar rumah, lingkungan dan kota.

Ada empat prinsip dasar untuk mengurangi dampak Pemanasan Global yang bisa kita ingat dan lakukan, yaitu:
1. REUSE (Gunakan kembali): Gunakan kembali kertas, plastik, kaleng bekas, botol, amplop,
baju bekas untuk keperluan lain sehari-hari.
2. REDUCE (Kurangi pemakaian, pembelian, berhemat): Belanja hemat seperlunya, bawa
peralatan makan/minum sendiri, pakai peralatan listrik seperlunya/jangan tercolok jika
tidak dipakai, gunakan produk lokal, jangan terlalu sering buka lemari es, gunakan sapu
tangan dari pada tissue.
3. RECYCLE (Daur Ulang): Jangan buang barang-barang rusak yang terbuat dari: kaca, plastik,
kertas, aluminium, besi, kain karena bisa didaur ulang menjadi barang lain, atau dikreasikan
menjadi barang kerajinan tangan.
4. RESPECT (Rasa menghargai): Sayangi bumi jangan kotori dengan buangan sampah di tempat
sembarangan, pilah mana yang organik dan non organik, rawat barang secara optimal, buka
kran air seperlunya, jangan sisakan makanan/minuman, gunakan barang-barang yang ramah
lingkungan, tidak mencemari Bumi beserta air dan udaranya, sumbangkan barang yang masih
bisa dimanfaatkan orang lain tapi kita sudah tidak ingin memakainya, manfaatkan air hujan
dan air bekas cucian beras misalnya untuk menyiram tanaman di halaman rumah.

Penutup.

Pemanasan Global yang terjadi akibat Perubahan Iklim, bukan sekedar wacana, tetapi memang sudah terjadi di depan mata. Oleh karenanya, sebagai sesama warga Bumi, kita harus bertekad
secara bersama melakukan 'Gerakan Menyayangi Bumi', melalui tindakan-tindakan kecil seperti yang diuraikan di atas, dimulai dari rumah sendiri kemudian ditularkan kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Ada 1001 Cara Mengatasi Pemanasan Global Dimulai dari Rumah, silahkan klik disini. Ayo, mulai hari ini kita lakukan 'Gerakan Menanam Pohon' (Go Green), agar lingkungan dan Bumi kita tetap hijau, udara menjadi segar dan yang terpenting CO2 di udara dapat dinetralisir. Pada skala industri, sudah saatnya diterapkan teknologi yang ramah lingkungan. Meminjam istilah yang menjadi tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) di setiap tanggal 5 Juni, yang untuk tahun ini bertema: Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim (Unite to Combate Climate Change), mari bersama-sama kita: SAYANGI BUMI.



Bisakah kita tidak menggunakan AC ?
AC sekarang ini, sepertinya sudah menjadi barang wajib pelengkap ruangan. Hampir disetiap gedung-gedung perkantoran, kampus, Mall, hotel dan sebagainya memakai AC. Bahkan diruangan sempit seperti ATM pun dipasang AC. Belum lagi rumah-rumah mewah yang mungkin disetiap ruangan dan kamarnya juga dipasang AC. Padahal AC merupakan salah satu penyebab utama menipisnya lapisan ozon yang akhirnya mengakibatkan pemanasan global, mengakibatkan kulit kering dan akibat-akibat buruk.Tapi kenapa pemakaiannya justru semakin meningkat ?



Bisa enggak sih kalau tanpa AC ?

Inilah tantangan bagi para arsitek untuk mendesain sebuah bangunan tanpa memperhitungkan pemakaian AC di dalam nya, khususnya di kota-kota besar. Dengan arti mereka harus mendesain bangunan sebaik mungkin, agar sirkulasi udara di gedung tersebut tetap terjaga. Toh, rumah-rumah di pedesaanpun tidak memakai AC. Begitu pula beberapa puskesmas, dan kantor-kantor di kota-kota kecil tidak memakai AC. Tapi, ruangan tetap nyaman untuk di singgahi.

Andaikan saja kita dapat meminimalisir penggunaan AC, ini akan menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki bumi dan kondisi iklim kita ke depannya. Tentunya kita berharap perubahan-perubahan kecil saat ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup generasi selanjutnya.

Dikutip dari:
http://www.ceriwis.info/showthread.php?p=488615